Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa <p>Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah terbitan berkala Ilmiah yang menerbitkan artikel dari hasil penelitian bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam</p> en-US awaludin@ddipolman.ac.id (Awaluddin) rahmayani@ddipolman.ac.id (Rahmayani) Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PARADIGMA TEOLOGI PUBLIK MUSDAH MULIA https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/527 <p>This article examines the public theology of <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Musdah Mulia</span></span> in the contemporary context, focusing on the protection of minorities amid the increasingly complex dynamics of digital spaces. Using a qualitative literature-based approach, this study explores how Musdah Mulia’s public theology is understood as an ethical praxis that promotes justice, humanity, and the liberation of minority groups from the dangers of digital algorithm industrialization. The study also compares her ideas with the public theological perspectives of <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Jürgen Habermas</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">David Tracy</span></span>, and <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Miroslav Volf</span></span>. The findings reveal that her public theology strongly emphasizes social justice, minority protection, and criticism of exploitative digital algorithms and materialistic digital power structures. In the era of technological disruption, digital spaces function not only as communication media but also as arenas of information warfare, disinformation, and public opinion manipulation. Artificial intelligence further strengthens algorithmic influence on social reality while creating risks of bias, dehumanization, and unequal access to knowledge. Therefore, Musdah Mulia’s public theology offers a relevant ethical-critical framework for building collective awareness of the dangers of digital domination and the importance of humanistic technology governance.</p> syarifudin syarif; Ibnujarir Ibnujarir, Nurdin Nurdin Copyright (c) 2026 Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/527 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0000 RHETORIC AND BELIEF: AN ANALYSIS OF MUHAMMAD YAHYA WALONI’S DA‘WAH (A YOUTUBE STUDY) https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/550 <p><em>This study aims to analyze the thoughts and rhetoric of Muhammad Yahya Waloni. He was born in Manado in 197</em><em>0</em><em> into a Christian family. He pursued his education up to the doctoral level in theology before converting to Islam. He has had an active career as a preacher and has also served as a lecturer, rector, and politician.</em> <em>This research employs a qualitative approach with content analysis. The primary data is sourced from YouTube, while secondary data includes articles, websites, and books. The data is then analyzed using a deductive approach.</em> <em>The findings reveal that his thoughts primarily revolve around criticizing Christianity, recognizing only Islam as the true religion, and being highly sensitive to social and political issues. Regarding his preaching rhetoric, his style is consistently passionate, incorporating personal narratives, confrontational language, and frequent calls for open debates.</em><em> This study is expected to contribute to a more comprehensive understanding of religious and social dynamics in Indonesia, as well as provide new insights into the role of religious figures in spreading Islam in the digital era. </em></p> Marwan Mas'ud, Budi Ichwayudi, Catur Maulana Ihcsan, Dimas Hutomo Putra, Teguh Dwi Prayoga Copyright (c) 2026 Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/550 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MAJELIS TAKLIM TERHADAP PENINGKATAN KERUKUNAN MASYARAKAT KEC. WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR (Studi Pendekatan Budaya dan Agama) https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/575 <p><em>Artikel ini membahas tentang </em><em>Implementasi Majelis Taklim Terhadap Peningkatan Kerukunan Masyarakat Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Studi Pendekatan Budaya dan Agama)</em><em>. Penelitian ini mempunyai pokok permasalahan bagaimana penerapan majelis taklim terhadap peningkatan majelis taklim khususnya di desa sumberjo kec. Wonomulyo menggunakan studi pendekatan budaya dan agama). Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui implementasi majlis taklim Permata di desa Sumberjo Kec. Wonomulyo (2) Untuk mengetahui tingkat kerukunan Masyarakat yang ada di desa Sumberjo Kec. Wonomulyo, Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan studi pendekatan dan agama. Adapun sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, analisis data dan penarikan Kesimpulan.</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi Majelis Taklim Permata berperan penting dalam meningkatkan kerukunan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin, pembinaan akhlak, kajian keislaman, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan budaya dan agama yang diterapkan mampu memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang sosial. Selain itu, Majelis Taklim juga berfungsi sebagai media silaturahmi, edukasi keagamaan, dan penyelesaian persoalan sosial secara musyawarah sehingga mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Majelis Taklim memberikan kontribusi positif dalam membangun kerukunan masyarakat di Desa Sumberjo melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan budaya lokal.</em></p> Muhammad Yahrul Syah, Musdalipa R Copyright (c) 2026 Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/575 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI EPISTEMOLOGI DAKWAH DIGITAL DALAM KONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/576 <h1>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan epistemologi dakwah digital dan dampaknya terhadap pengembangan pendidikan Islam modern. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Data berasal dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir yang diakui, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan dakwah digital, komunikasi Islam, media digital, dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten melalui langkah-langkah pengurangan data, pengkategorian, penafsiran, dan pengambilan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa dakwah digital telah merubah struktur otoritas religius dan pola penyebaran pengetahuan Islam dari model hierarkis ke model partisipatif yang bergantung pada media digital. Dakwah digital berfungsi sebagai alat pendidikan Islam kontemporer yang meningkatkan akses pembelajaran agama melalui berbagai platform digital. Namun demikian, perubahan tersebut menimbulkan tantangan berupa pecahnya otoritas akademik, penyebaran informasi agama yang belum terverifikasi, serta kemunculan pemahaman Islam yang instan akibat pengaruh logika media sosial. Karena itu, diperlukan rekonstruksi epistemologi dakwah digital dengan memperkuat literasi digital, komunikasi Islam yang profetik, serta mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam yang moderat, kritis, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.</h1> Ahmad Suryadi, Juangsah Juangsah Copyright (c) 2026 https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/576 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000