Maqashid Syariah dan Etika Lingkungan dalam Ekonomi Islam Kontemporer

MAQASHID SYARIAH DAN ETIKA LINGKUNGAN DALAM EKONOMI ISLAM KONTEMPORER

Authors

  • Husain Husain STAIN MAJENE
  • Fikru Jayyid STAIN MAJENE
  • Anita binti Ismail Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia

Keywords:

Maqāṣid Al-Syarī‘Ah, Etika Lingkungan , Ekonomi Islam, Keberlanjutan, Green Finance, Green Waqf

Abstract

Artikel ini membahas integrasi maqāṣid al-syarī‘ah dan etika lingkungan dalam pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa krisis ekologis menuntut paradigma ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan keuntungan material, tetapi juga pada kemaslahatan sosial, keadilan ekologis, dan keberlanjutan antargenerasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan analisis konseptual terhadap literatur maqāṣid al-syarī‘ah, etika lingkungan Islam, serta perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah memiliki kapasitas normatif dan metodologis untuk menjadi landasan perlindungan lingkungan melalui orientasi kemaslahatan, keadilan, keseimbangan, amanah, dan pencegahan kerusakan (mafsadah). Etika lingkungan Islam menempatkan manusia sebagai khalīfah dan pemegang amanah yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan ekologis. Integrasi keduanya menghasilkan paradigma ekonomi Islam berkelanjutan yang menghubungkan tauhid → amanah → maqāṣid al-syarī‘ah → keberlanjutan, serta mengarahkan aktivitas ekonomi menuju kemaslahatan sosial-ekologis dan falāḥ. Implementasinya dapat dikembangkan melalui keuangan Islam hijau, industri halal berkelanjutan, green waqf, investasi yang bertanggung jawab, konsumsi berkelanjutan, dan ekonomi sirkular. Kajian ini menawarkan rekonstruksi konseptual bahwa perlindungan lingkungan bukan sekadar isu tambahan dalam ekonomi Islam, melainkan bagian integral dari pencapaian tujuan syariah dan kesejahteraan manusia secara berkelanjutan.

Published

2026-09-30